Hohoho.. perasaan apa ini? Aku merindukan
Fahmi. Merindukan sosok adik yang mengasyikkan sekaligus membuatku merasa
damai. Tiap malam aku hampir tak bisa tidur karena merindukan Fahmi. Malam ini
aku mencoba memejamkan mata dan sedikit demi sedikit, aku mulai terlelap. Entah
mimpi apa aku semalam, pagi-pagi sehabis aku mandi tiba-tiba makhluk tampan
yang aku rindukan sudah berada di kamarku dengan memegang bra-ku di tangannya.
Sial. Apa-apaan bocah ini! Membuatku benar-benar malu.
Aku ucapkan banyak terimakasih atas hadiah
dari Ibumu, aku menyukainya. Disaat kamu mengunjungiku, aku harus kuliah pagi.
Selama mata kuliah berlangsung yang ada di pikiranku adalah aku ingin segera
pulang dan menemui Fahmi. Tapi tetap saja waktu berjalan sangat lambat. Apa mungkin
perasaanku saja??
Astaga! Siang-siang begini tidur? Mimpi apa
kamu barusan sampai-sampai mengajakku camping ke pantai Parangtritis?! Kenapa
kamu mengabulkan impianku hah? Aku sangat berterimakasih atas semua yang kamu
lakukan. Walaupun aku masih mencintai Rio, tapi jalanku untuk melupakannya akan
terasa lebih mudah jika aku bersamamu.
Sebenarnya di tenda itu aku belum begitu pulas
tertidur, dan aku merasakan hembusan nafas lembutmu mengenai wajahku. Aku harap
kamu tidak mendengar detak jantungku yang berdegup sekeras soundsystem. Tapi
kenapa? Kenapa kamu berniat menciumku? Apa kamu tidak ingat bahwa aku ini
kakakmu? Aku sedikit merasa bersalah, tapi aku juga kecewa begitu tahu kamu
mengurungkan niatmu. Ahhh sudahlah. Melihatmu yang tertidur membelakangiku,
bagiku itu sudah cukup.
Ketika aku bangun, aku masih teringat
bayang-bayang tadi malam. Aku masih bertanya-tanya, kenapa seseorang yang sudah
aku anggap seperti adikku sendiri berniat untuk mencium kakaknya? Tapi aku
anggap itu hanya angin lalu, dan aku bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Aku sebenarnya berat ditinggalkan sendiri lagi
disini, tapi demi kamu yang berjuang lulus UN jadi aku rela. Berjuanglah
adikku!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar